Hukum Archimedes mengatakan
bahwa "Jika suatu benda dicelupkan ke dalam
sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang
sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut".
Rumus Prinsip Hukum Archimedes
FA=ρ.g.V
Rumus Prinsip Hukum Archimedes
FA=ρ.g.V
Keterangan :
FA = Tekanan Archimedes = N/M2
FA = Tekanan Archimedes = N/M2
ρ = Massa
Jenis Zat Cair = Kg/M3
g = Gravitasi
= N/Kg
V = Volume Benda Tercelup = M3
Contoh Soal :
Sebuah Benda dicelupkan ke air yang
massa jenisnya 100 Kg/m3. Volume benda yang tercelup 1.5 M3
. Jika berat benda adalah 500N,
berapakah gaya ke atas yang dialami benda?
Jawab:
Diketahui :
ρ = 1000 Kg/M3
g =
9.8 N/Kg
V = 1.5 M3
Ditanyakan:
FA?
Jawab :
FA = ρ.g.V
FA = 1000 Kg/m3.9,8 N/kg.1,5 M3
FA = 14.700 N/M2
Jadi, gaya ke atas yang dialami benda adalah 14.700 N/M2
Hukum ini juga bukan suatu hukum fundamental karena dapat
diturunkan dari hukum newton juga.
- Bila gaya archimedes
sama dengan gaya berat W maka resultan gaya =0 dan benda
melayang .
- Bila FA>W maka benda akan
terdorong keatas akan melayang
- Bila FA<W maka benda akan
terdorong kebawah dan tenggelam
Jika
rapat massa fluida lebih kecil daripada rapat massa balok
maka agar balok berada dalam keadaan seimbang,volume zat cair yang dipindahkan
harus lebih kecil dari pada volume balok.Artinya tidak seluruhnya berada
terendam dalam cairan dengan perkataan lain benda mengapung. Agar benda
melayang maka volume zat cair yang dipindahkan harus sama dengan volume balok
dan rapatmassa cairan sama dengan rapat rapat massa benda.
Jika
rapat massa benda lebih besar daripada rapat massa fluida,
maka benda akan mengalami gayatotal ke bawah yang tidak sama dengan nol.
Artinya benda akan jatuh tenggelam.
Berdasarkan
Hukum Archimedes, sebuah benda yang tercelup ke dalam zat cair akan mengalami
duagaya, yaitu gaya gravitasi atau gaya berat (W)
dan gaya ke atas (Fa) dari zat cair itu. Dalam hal ini ada tiga
peristiwa yang berkaitan dengan besarnya kedua gaya tersebut yaitu
seperti berikut.
• Tenggelam
Sebuah
benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan tenggelam jika berat benda (w)
lebih besar dari gaya ke
atas (Fa).
w > Fa
ρb X Vb X g > ρa X Va X g
ρb > ρa
Volume bagian benda yang tenggelam
bergantung dari rapat massa zat cair (ρ)
• Melayang
Sebuah
benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan melayang jika berat benda (w)
sama dengan gaya ke atas
(Fa) atu benda tersebut tersebut dalam keadaan setimbang
w = Fa
ρb X Vb X g = ρa X Va X g
ρb = ρa
Pada 2 benda atau lebih yang
melayang dalam zat cair akan berlaku :
(FA)tot = Wtot
rc . g (V1+V2+V3+V4+…..)
= W1 + W2 + W3 + W4 +…..
• Terapung
Sebuah
benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan terapung jika berat benda (w)
lebih kecil dari gaya ke
atas (Fa).
w = Fa
ρb X Vb X g = ρa X Va X g
ρb < ρa
Misal : Sepotong gabus ditahan pada
dasar bejana berisi zat cair, setelah dilepas, gabus
tersebut akan naik ke permukaan zat
cair (terapung) karena :
FA > W
rc . Vb . g > rb . Vb
. g
Selisih antara W dan FA
disebut gaya naik (Fn).
Fn = FA - W
Benda terapung tentunya dalam
keadaan setimbang, sehingga berlaku :
FA’ = W
rc . Vb2 . g = rb . Vb .
g
FA’ = Gaya ke atas yang
dialami oleh bagian benda yang tercelup di dalam zat cair.
Vb1 = Volume benda yang berada
dipermukaan zat cair.
Vb2 = Volume benda
yang tercelup di dalam zat cair.
Vb = Vb1 + Vb 2
FA’ = rc . Vb2 . g
Berat (massa) benda terapung = berat
(massa) zat cair yang dipindahkan
Daya apung (bouyancy) ada 3 macam,
yaitu :
1. Daya apung positif (positive
bouyancy) : bila suatu benda mengapung.
2. Daya apung negatif (negative
bouyancy) : bila suatu benda tenggelam.
3. Daya apung netral (neutral
bouyancy) : bila benda dapat melayang.
Bouyancy adalah suatu faktor yang
sangat penting di dalam penyelaman. Selama
bergerak dalam air dengan scuba,
penyelam harus mempertahankan posisi neutral
bouyancy.
Konsep Melayang, Tenggelam dan
Terapung.
Kapankah suatu benda dapat terapung,
tenggelam dan melayang ?
a. Benda dapat terapung
bila massa jenis benda lebih besar dari massa jenis zat
cair.
(miskonsepsi).
b. Benda dapat terapung
bila massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis zat
cair.
(konsepsi ilmiah)
c. Benda dapat melayang
bila massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair.
(konsepsi ilmiah)
d. Benda dapat tenggelam
bila massa jenis benda lebih besar dari massa jenis zat
cair.
(konsepsi ilmiah).
e. Terapung, melayang dan tenggelam
dipengaruhi oleh volume benda. (miskonsepsi).
f. Terapung, melayang dan tenggelam
dipengaruhi oleh berat dan massa benda
(miskonsepsi).
Tambahan
Mengapa Telur Tenggelam Dalam Air
Biasa?
Pada saat telur tenggelam dalam air,
berlakulah HUKUM ARCHIMEDES…”Benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya
akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair
yang dipindahkan.”
Mengapa Telur Tenggelam Dalam Air
Biasa? Sesuai dengan Hukum Archimedes mengenai prinsip TENGGELAM, maka
telur tenggelam dalam air biasa disebabkan karena :
- W telur > Fa
(berat telur > gaya ke
atas oleh air)
- S telur > S zat cair
(berat jenis telur > berat jenis
zat cair)
dimana rumus berat jenis :
S = massa jenis x
gravitasi
Supaya
telur tersebut tidak tenggelam, kita dapat menambahkan garam pada air tersebut.
Sehingga menyebabkan W telur < Fa dan S telur < S air.
Mengapa Kapal baja bisa mengapung
di-Air, padahal BJ baja 7.85 tom/m3 dan BJ air 1 ton/m3?
Karena berat baja per luasannya
masih lebih kecil dari air.
Bagaimana Penerapan Hukum Archimedes
?
Pada kapal selam dimana kapal dapat
melayang( tidak tenggelam tdak juga mengapung). Karena F archimedes
= F benda
F archmedes = V benda
x massa jenis air x gravitasi.
sebagai percobaan ambil wadah bening
di isi air putih lalu masukan 1 butir telur, yang terjadi telur akan tenggelam,
lalu coba dalam wadah itu masukan garam.. hingga telur mengapung. ini
dikarenakan perbedaan massa jenis air garam dengan benda.
karena massa jenis air
laut umumnya sama maka berat kapal selam sudah didisain sedemikian rupa agar
kapal bisa melayang.
Mengapa Kapal Yang Berat Terapung
tetapi batu yang kecil tenggelam?
Semua ini berkaitan dengan daya
apungan, misalnya apabila kita mencampak sesuatu ke dalam air ia akan menolak
& mengantikan kandungan air.
Misalnya apabila kita masukkan
sebiji bola tenis ke dalam kolah, air sebanyak bola tennis akan melimpah
keluar.
Jika berat air yang digantikan lebih
berat daripada berat bola tennis, bola berkenaan akan terapung. Jika bola
berkenaan dipenuhi dengan logam berbanding dengan udara, ia akan menjadi lebih
berat daripada kandungan yang digantikan dengan air dan ia akan terapung.
Manusia yang menemui teori ini
adalah ahli matematik Greek, Archimedes yang terkenal sebagai bapa apungan yang
menemui teori itu semasa dalam kolah mandi.
Prinsip Archimedes menyatakan bahawa
daya tujah ke atas yang bertindak pada sesuatu jasad yang tenggelam atau separa
tenggelam adalah sama dengan berat cecair yang disesarkan oleh jasad tersebut.
Aplikasi daya tersebut dalam
kehidupan harian adalah kapal laut, kapal selam dan belon udara. Sebuah kapal
selam akan terapung pada permukaan lautan jika tanki keapungannya diisi dengan
udara. Ini adalah kerana daya tujah ke atas bertindak pada kapal selam melebihi
beratnya. Apabila tangki keapungannya diisi dengan air, kapal tersebut akan
tenggelam dalam laut kerana daya tujah yang bertindak ke atasnya kurang
daripada beratnya.
Aplikasi Hukum
Archimedes
1.
Balon udara
Prinsip kerja:
Gaya apung yang diterima oleh suatu benda yang melayang di suatu
fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkannya. Fa = ρƒ. Vbƒ.
gDengan ρƒ adalah massa jenis udara.
Balon menggunakan prinsip yang sama dengan kapal laut.
Hanya saja, karena kita menginginkan balon naik ke udara dan melayang pada ketinggian tertentu, maka yang dilakukan adalah mengisi balon sehingga berat udara yang dipindahkan lebih berat dari berat balon.
Hingga kemudian mencapai titik ketinggian yang diinginkan. Untuk mencapai hal tersebut, prinsip kimia mengajarkan kita tentang mengisi balon dengan gas yang massa molekulnya lebih kecil dari massa rata-rata di udara atau dengan gas panas. Tidak semua gas memenuhi persyaratan itu, apalagi jika ada pertimbangan harga dan keselamatan. Beberapa di antaranya adalah gas Hidrogen(H2) dan Helium (He).
Hanya saja, karena kita menginginkan balon naik ke udara dan melayang pada ketinggian tertentu, maka yang dilakukan adalah mengisi balon sehingga berat udara yang dipindahkan lebih berat dari berat balon.
Hingga kemudian mencapai titik ketinggian yang diinginkan. Untuk mencapai hal tersebut, prinsip kimia mengajarkan kita tentang mengisi balon dengan gas yang massa molekulnya lebih kecil dari massa rata-rata di udara atau dengan gas panas. Tidak semua gas memenuhi persyaratan itu, apalagi jika ada pertimbangan harga dan keselamatan. Beberapa di antaranya adalah gas Hidrogen(H2) dan Helium (He).
2. Kapal selam
Prinsip kerja:
Kapal selam di desain memiliki tanki balast
(trim), Tanki balast berfungsi menyimpan udara dan air, letaknya berbeda beda
tergantung biro desain yang merancangnya. Ketika kapal selam siap
untuk menyelam, katup-katup besar yang dikenal sebagai “kingstons”,
yang terletak di dasar tangki balas, dibuka untuk membiarkannya masuk
ke laut.Udara di dalam tangki keluar melalui katup-katup pada bagian atas,
yang dikenal sebagai “lubang-lubang angin”. Kapal selamitu masuk ke dalam air
Ketika kapal selam siap untuk muncul ke permukaan,
lubang-lubang angin ditutup dan tekanan udara didorong masuk ke dalam
tangki-tangki. Hal ini meniup air kembali melalui kingstons, dankapal selam itu
pun naik.
3. Galangan kapal
prinsip kerja
Hampir sama dengan kapal laut. Pertama-tama
galangan kapal diisi dengan air laut, kemudian ditempatkan tepat dibawah kapal
laut, lalu air nya disedot dan galangan kapal naik ke atas dan muncul ke
purmukaan air. Akhirnya air disekeliling kapal hilang dan kapal siap di
perbaiki. Setelah kapal diperbaiki galangan kapal diisi kembali oleh air laut
dan mulai tenggelam. Dan kapal siap kembali ke laut.
4. Jembatan ponton
Jembatan ponton adalah kumpulan drum-drum kosong
yang berjajar sehingga menyerupai jembatan. Drum-drum itu biasanya terbuatdari
besi dan di dalamnya diisi dengan udara sehingga massa jenisnya lebih kecil
dari massa jenis zat cair. Jembatan ponton merupakan jembatan yang dibuat
berdasarkan prinsip benda terapung. Drumdrum tersebut harus tertutup rapat
sehingga tidak ada air yang masuk ke dalamnya. Jembatan ponton digunakan untuk
keperluan darurat. Apabila air pasang, jembatan naik. Jika air surut, maka
jembatan turun. Jadi, tinggi rendahnya jembatan ponton mengikuti pasang
surutnya air
5. Hidrometer
Hidrometer adalah alat untuk mengukur massa
jenis zat cair. Biasanya alat ini digunakan oleh usaha setrum accu. Untuk
mengetahui bahwa air accu itu sudah tidak bisa digunakan maka harus diukur
dengan hidrometer. Cara menggunakan alat ini adalah dengan mencelupkannya pada
zat cair yang akan diukur massa jenisnya. Kemudian, dilihat skala permukaan zat
cair dan nilai itulah yang merupakan nilai massa jenis dari zat cair tersebut.
Prinsip kerja
Hidrometer merupakan sebuah alat ukur besaran
turunan yang menjadi salah astu aplikasi dari Hukum Archimedes yang digunakan
untuk mengukur massa jenis zat cair. Sebuah benda dalam fluida (zat cair atau gas) mengalami gaya dari
semua arah yang dikerjakan oleh fluida di sekitarnya. Hukum Archimedes
menyatakan bahwa sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan mendapat
gaya ke atas seberat zat cair yang dipindahkan oleh benda itu. Prinsip kerja
Hidrometer menggunakan Hukum Archimedes. Nilai massa jenis suatu zat cair dapat
diketahui dengan membaca skala pada Hidrometer yang ditempatkan mengapung pada
zat cair.
Hidrometer adalah sebuah
alat yang digunakan untuk mengukur massa jenis suatu zat cair. Nilai massa
jenis suatu zat cai dapat diketahui dengan membaca skala pada hidrometer yang
ditempatkan mengapung pada zat cair. Hidrometer terbuat dari tabung kaca. Agar
tabung kaca terapung tegak di dalam zat cair, bagian bawah tabung dibebani
dengan butiran timbale. Diameter bagian bawah tabung kaca dibuat lebih besar
supaya volume zat cair yang dipindahkan hydrometer lebih besar. Dengan
demikian, dihasilkan gaya ke atas yang lebih besar dan hidrometer dapat
mengapung di dalam zat cair. Tangkai tabung kaca didesain supaya perubahan
kecil dalam berat benda yang dipindahkan (sama artinya dengan perubahan kecil
dalam massa jenis zat cair) menghasilkan perbahan besar pada kedalaman tangkai
yang tercelup di dalam zat cair. Ini berarti perbedaan bacaan pada skala untuk
berbagai jenis zat cair menjadi lebih jelas.
0 komentar:
Posting Komentar